Kamis, 20 Maret 2014

Kisah Kenanga

     Sudah ketentuan alam, diberikannya bakal pohon kenanga untuk kau tanam di kebun cintamu. Kenanga berbatang kokoh, berdaun lembut bagai beledu , sebuah bibit kenanga yang menjanjikan bunga bunga indah pengharum kamar tidurmu, penghias taman pekaranganmu, perindang disaat panas.

     Kau tanam Kenanga ditamanmu. Kenanga itu hidup oleh perjuangannya sendiri. Kau tanam, namun jarang kau siram, tak pula kau pupuk. Kenanga terus tumbuh dan tetap memberikan harum wangi bunganya. Tak pernah kau sadari bagaimana dia bertahan hidup. Tak kau sadari bagaimana dia tetap memberikan wangi bunganya untukmu, keindahan, untuk tamanmu. Jikalau daun mulai layu, kenanga menatap langit dan meminta diturunkannya hujan, agar segarlah kembali jiwanya. Tatkala ulat ulat menggerogoti daun beledunya, dia berharap pelatuk datang dan memagut ulat ulat. Disaat kelelahan dan letih menyergap, kupu kupu datang menghiburnya, menari nari dikelopak bunganya.

     Taukah kau?? pergulatan akar akar kenanga dalam menemukan air sumber kehidupannya?? kadang dia terluka oleh tajamnya bebatuan, namun kadang dia bertemu cacing cacing tanah yang sedikit membuat langkahnya lebih ringan?? Sungguh!! dia menyadari tak bisa menggantungkan hidupnya padamu. Dia, si kenanga, tetap tumbuh subur dan memberikan bunga indah nan wangi. Kau senang memandang dan mencium wanginya, namun kaupun tak kuasa menepis keindahan bunga lainnya. Hingga suatu masaaa....

     Tanpa sebab yang jelas, kau cabut kenanga itu dan mencampakkannya dalam tumpukan sampah. Kau cabik cabik putus akar akarnya. Kau biarkan dia terkulai layu dan hampir mati. Namun atas kehendak Nya, seseorang mengambil kenanga yang nyaris mati itu. Kau diam! Orang itu menanam kembali kenanga itu di dekat pagar kebunmu. Kau diam, memandang sinis!! Tiap kali lewat, dia menyirami kenanga itu, sesekali memupuknya.. Kaupun hanya memandang dalam diam.

     Hari berganti minggu, minggu berganti bulan dan tahun. Kenanga tumbuh subur, berbunga lebat dan harum wangi bunganya menyebar. Batangnya tumbuh kokoh, dahan, rantingnya rimbun hingga menaungi tepi jalan, memberikan sebagian batang pohonya untuk bersandar bagi tubuh yang letih dan berteduh bagi anak anak dari teriknya matahari.

     Saat itulah kau tersadar, betapa indah kenanga itu, Hatimu mulai gelisah.Kau mulai dengarkan celoteh tetangga. Munculah sifat egomu. Kau tak rela kenangamu jd tempat berteduh banyak orang, kau tak rela orang itu memetik sedikit bunga kenanga pada ranting diluar pagarmu. Kau ingin menguasai kembali kenanga yang pernah kau campakkan. Seutuhnya.!!Kau ingin dahan dan rantingnya semua ada dalam genggamanmu. Lakukanlah, kalau itu maumu,karena kenanga itu tumbuh dipekaranganmu. Tapi pernahkah kau berfikir?? dengan memaksakan keinginanmu itu membuat dahan dan rantingnya patah?? Bahkan mungkin akarnya ikut tercabut dan membuatnya mati!! Renungkanlah!! Dengarkan suara hatimu, yang halus. Jangan kau turutkan celoteh tetangga. Jadilah orang yang teguh dalam pendirian, Konsisten. Jagalah segala sesuatu yang dipercayakan Tuhan kepadamu. Menyesal kemudian tiada berarti.

     Segala sesuatu di dunia ini sudah ada yang mengatur. Kita seperti pemain sandiwara. Punya perannya masing masing. Jika orang lain memakai kostum terbalik, wajiblah kita mengingatkan. Bila ada yang kesulitan memerankan lakonnya, bolehlah kita bantu. Tapi janganlah kita ikut mengatur jalannya cerita. Karena jalan cerita kehidupan tiap orang

sudah diatur oleh Sang Sumber Kehidupan itu sendiri. Biarkanlah kenanga itu pada tempatnya. Biarkan anak anak berteduh dibawahnya, berlindung dari teriknya matahari. Biarkanlah orang yang lewat memungut bunga bunganya yang jatuh ke tanah. Biarkan burung burung berkicau di dahannya. :)


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar